Now Playing Tracks

PAJAK DALAM SYARIAT ISLAM?

ﺇِﻥَّ ﺻَﺎﺣِﺐَ ﺍﻟْﻤَﻜﺲِ ﻓِﻲْ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ
“Sesungguhnya pelaku/pemungut pajak (diadzab) di neraka” [HR Ahmad 4/109, Abu Dawud kitab Al-Imarah : 7]

Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa dalam hadits ini terdapat beberapa ibrah/hikmah yang agung diantaranya ialah :
“Bahwasanya pajak termasuk sejahat-jahat kemaksiatan dan termasuk dosa yang membinasakan (pelakunya), hal ini lantaran dia akan dituntut oleh manusia dengan tuntutan yang banyak sekali di akhirat nanti” [Lihat : Syarah Shahih Muslim 11/202 oleh Imam Nawawi]

”Dan mereka (para ulama) telah sepakat bahwa para pengawas (penjaga) yang ditugaskan untuk mengambil uang denda (yang wajib dibayar) di atas jalan-jalan, pada pintu-pintu (gerbang) kota, dan apa-apa yang (biasa) dipungut dari pasar-pasar dalam bentuk pajak atas barang-barang yang dibawa oleh orang- orang yang sedang melewatinya maupun (barang-barang yang dibawa) oleh para pedagang (semua itu) termasuk perbuatan zhalim yang teramat besar, (hukumnya) haram dan fasik.”

============================================================

Kalau hukum pajak dalam Islam haram. BAGAIMANA HUKUM BEKERJA DI KANTOR PAJAK?

============================================================

Percakapan dengan seorang sahabat (dibawah ini hanya ditampilkan chat dari satu pihak saja, BUKAN DUA PIHAK TANYA JAWAB):

[10:03pm, 8/15/2014]
: Kata masku gpp. Krn ada hadis yg menyebutkan: sesungguhnya pelaku atau pemungut pajak diadzab di neraka (hr. Abu daud)

Berarti org pajak masuk neraka dong?

Tunggu dlu. Pajak yg dimaksud hadis tsb adalah pajak atas nyawa ssama muslim, bukan pajak atas penghasilan , pajak kafir dhimi (kalo dulu)dll.
Kalo gk byr pajak dibunuh. Shg dasar pengenaan pajak adalah jumlah nyawa dlm 1 klg, bukan penghasilan.

[10:03pm, 8/15/2014]
: Wallohu alam

[10:05pm, 8/15/2014]
: Sejak dlu sudah ada pemungutan pajak. 2 jenis. Zakat bagi muslim, pajak dhimi bagi non muslim

[10:07pm, 8/15/2014]
: Iya. Klo skrg dsini diterapin gbs krn kita bukan negara islan.

Klo pajak dihapus gbs jg krn bgmnpun hrs balik k sluruh rakyat

Klo zakat kan penerimanya sudah ditentukan dan harus muslim

[10:19pm, 8/15/2014]
: Analoginya kyk pak rt ambil uang buat benerin jalan desa. Itu fungsinya redistribusi jg kan sm kyk djp. Apa krn gt tindakan pak rt jadi harom?

[10:19pm, 8/15/2014]
: InsyaAlloh halal. Diniati untuk.ibadah aja er.. Buat sodaqoh infaq dll 

[10:33pm, 8/15/2014]
: Gmn pun kalo jd PNS g bs berharap dpt gaji 100% halal.,

Gaji pns pusat-daerah di gaji dari APBN-APBD yg gak 100% halal er..

Minuman beralkohol juga kena PPN, bayar cukai juga, tempat hiburan malam juga kena pajak kan..

Makanya kita hrs banyak2 infak-sodakoh untuk membersihkan gaji kita nanti yg bs jd 1,2,3 % nya bersumber dari hal2 diatas,

============================================================

Kesimpulannya

♥ Ada perbedaan Ulama mengenai hukum pajak dalam syariat Islam. (Lebih lengkap nya, silakan cari di inernet).

♡ Apapun pekerjaannya diniatkan Ibadah, In syaa Allah barokah.

♥ Gaji yang tidak 100% halal, sehingga kita harus banyak-banyak shodaqoh.

♡ Lebih baik lagi bila mengamalkan salah satu hadits : Tinggalkan lah yang meragu-ragukan.

Simpan keluhan seperti kamu menyimpan aibmu. Jangan biarkan orang lain tahu bagaimana susahnya kamu berjuang, sebab manusia menilai hanya sebatas luar, kamu kan disebut tukang mengeluh. Dekap susahmu, luahkan dalam sujud panjangmu. Nanti, akan ada saatnya, kamu tunjukkan pada dunia bahwa kau pun pantas diberi tepuk tangan.
(via fitya275)

kuntawiaji:

"Andai kemiskinan itu berwujud manusia, niscaya aku yang pertama kali akan membunuhnya." (Ali bin Abi Thalib)

Sore kemarin, IGD RSUD Dompu kedatangan sebuah ambulans puskesmas. Pengendaranya adalah seorang polisi. Setelah polisi tersebut turun diikuti oleh orang-orang lain di belakangnya, tampak pasien yang dibawanya adalah seorang bayi. 

"Ini pasien ga ada keluarganya. Kami sudah koordinasi dengan pak direktur (RSUD) untuk dirawat di sini dengan alasan kemanusiaan," ujar Bapak D, polisi tersebut.

"Nama bayinya A, Pak? Kok bisa ga ada keluarganya?" tanya saya sambil melihat data diri pasien di surat rujukan puskesmas.

"Itu bayi selama ini ya ga ada namanya. Nama A itu kami yang bikin aja," jawab Bapak D.

Bapak D kemudian bercerita bahwa bayi A dibawa ke kantor brimob oleh sekelompok warga desa K karena tidak ada yang merawatnya. Diketahui ayah bayi A kabur, sedangkan ibunya bekerja sebagai TKW di Arab Saudi. Menurut laporan warga, nenek bayi A tinggal di desa R. Setelah mengetahui hal tersebut, polisi bersama warga mendatangi rumah nenek bayi A untuk meminta si nenek merawat si bayi. Namun, si nenek ternyata menolak untuk merawat bayi A karena dikatakan cacat oleh si nenek. Memang, berdasarkan hasil pemeriksaan, bayi A menderita gizi buruk, hidrosefalus, hernia umbilikalis, dan defisiensi vitamin A berat.

"Neneknya sampai pengen masukin bayi ini ke karung, Dok," ujar salah seorang warga desa R yang merupakan tetangga nenek bayi A.

"Ya, makanya kami mengantar ke sini karena alasan kemanusiaan. Si nenek sampai bilang kalau perlu bayi ini dibunuh aja atau dibuang ke hutan," tambah Bapak D.

Berdasarkan pembicaraan saya dengan para pengantar pasien diketahui ternyata ibu bayi A pergi menjadi TKW sesaat setelah ia melahirkan. Selama 18 bulan ini, bayi A diasuh oleh ayahnya. Kemudian, perang warga antara desa K dan desa Rd yang sempat terjadi beberapa waktu lalu memaksa ayah bayi A untuk melarikan diri ke tempat yang lebih aman untuk menghindari kejaran musuh. Jadilah beberapa hari terakhir bayi A terlantar. Kondisi fisik bayi A yang tidak dirawat dengan baik sejak ia lahir membuat si nenek menganggap si bayi adalah sumber kesialan dan layak untuk dibunuh.

Kemiskinan menjadi sumber semuanya. Kemiskinan membuat ibu bayi A terpaksa mencari penghidupan yang lebih layak di negara lain. Kemiskinan membuat bayi A tidak bisa mendapatkan layanan kesehatan yang semestinya. Kemiskinan melahirkan kebodohan yang membuat nenek bayi A menganggap si bayi adalah malapetaka. Kemiskinan dan kebodohan saling terkait menjadi salah satu penyebab terjadinya perang warga antara desa K dan desa Rd.

Kemiskinan menjadi hal yang absurd untuk dibicarakan di negara ini, setidaknya bagi saya pribadi. Tulisan tentang kemiskinan ini ditulis oleh saya yang makan enak setiap saat, tidur nyenyak setiap hari, dan sering jalan-jalan menghabiskan uang. Mungkin kita tidak akan pernah benar-benar memahami kemiskinan karena kita melihatnya dari luar, dari jauh. Kita tidak mampu memahami sikap, perilaku, dan pemikiran orang-orang para pelaku kemiskinan karena kita tidak pernah benar-benar merasakan apa yang mereka alami. Bayi A hanyalah satu korban dari kemiskinan yang nantinya akan terlupakan seperti halnya kasus kemiskinan-kemiskinan lain yang tidak terungkap di negara ini.

Foto: Bayi A

Daie siber : Siapa tuhan mereka?

  • Kawan :

    Sher,buat la instagram. Orang lain semua ada. Kau je tak de.

  • Tuh. Twitter tuh, kenapa deactivated? Kalau kau buat,mesti ramai follower.

  • Aku :

    *tadah tangan*

  • A3uzubillahi mina syaitooooooooonirrajiiiiiiiim.

  • *ludah kiri kanan*

  • ..

  • Kau solehah,kau nak tunjuk siapa?

  • Kau nak dakwah,kau nak diangkat siapa?

  • Kau nak femes? Go die lah dengan niat kau. Memang betul,media sosial ni adalah landasan dakwah. Nak ajak orang buat baik. Tapi sedar tak? Benda macam ni lah yang bikin masalah hati tak setel setel. Tengok orang lain,post dia macam banyak je like macam ramai je retweet,kau terus rasa sakit hati. Rasa macam pedih je dalam.

  • Kalau kau ikhlas,nak dakwah orang,kau takkan kisah pun lah orang baca ke tidak. Setidaknya,apa yang kau tulis kau dah dapat pahala.

  • Kau kena ingat,hidup kita bukan semata untuk menghadap segala bagai media sosial dan berdakwah siber duapuluhempat jam. Tuh,kalau kau nak medan dakwah sebenar,keluar tengok masyarakat. Keluar tengok realiti ummah. Cari medan sebenar.

  • Bina usrah kecil dengan kawan kawan.

  • Ni tak,dalam siber kencang je prong prang tegur orang.

  • Kawan dekat luar tak pakai tudung,kecut perut nak tegur.

  • Takut hilang sahabat,kononnya. Sedang tak tahu,dekat akhirat nanti golongan mana yang disebut Nabi akan berbalah sesama sendiri.

  • Dalam insta,tengok kawan upload gambar tak tutup aurat.

  • Upload gambar dengan pakwe makwe.

  • Yang hang pi follow pasaipa? Dah jadi tanggungjawabla untuk tegur depa.

  • Pi la komen ayat quran sikit. Tak pun,pm private tegur.

  • Tapi,aku tak rasa ramai yang buat. Kannn?

  • Lepastu,kutuk dalam diam.

  • Hahahahhahahaktuih.

  • Come on guys,kita jangan nak hidup dalam dunia kita semata.

  • Jangan duk pikir masalah ummah dalam media sosial semata,

  • Tapi turun padang jenguk mereka.

  • Aku tegur,sebab aku pernah rasa hidup dalam jahiliyyah dan macam mana aku pernah rasa hilang percaya pada keyboard warrior yang ajet ajet daie ni.

  • Ni tak masuk lagi yang spesis niqabis purdahbis burqabis tudunglabuhbis yang jadik kudis dalam diam untuk muslimah yang memang menjaga dekat luar sana.

  • Senang cerita,semua ni aku tuju aku.

  • Nak tegur diri aku dulu.

  • Sebab aku,pernah jadik macam ni.

  • Dan aku,sedang pujuk hati "jangan duk gila terhegeh sangat barang dunia yang kabur mata ni."

  • ..

  • "Maka benarlah ciptaan yahudi telah berjaya menelanjangkan iman umat islam" - inche master.

Terpancar kebahagiaan dari wajah orang tua saya saat mengetahui adik saya diterima di FKG UI melalui jalur undangan snmptn.

"Pa, kuliah kedokteran (kedokteran gigi pun) mahal loh pa, buku-bukunya, apalagi biaya prakteknya nanti, lama pula lulusnya" - kata saya

"Gapapa mba, papa kerjanya nya rajin kok, buat anak-anak papa"  - jawab papa, yang beberapa tahun lagi pensiun

Tidak dibesarkan dalam kondisi keluarga yang kaya raya serba berkecukupan, mungkin justru menjadikan anak-anak lebih menghargai perjuangan orangtua nya.. selalu berusaha memberikan yang terbaik.. untuk membuat mereka bangga..
demi melihat senyum di wajah lelah mereka :)

Jauh

Aku ingin mencintaimu seperti kala kita belum bersatu,
dimana setiap malamku aku duduk mengadu
Tentang perasaan yang tak kunjung bertemu,
tentang kepastian yang saling tunggu.

Perasaan yang sama tidak serta merta membuat dua orang bersatu,
karena setiap perasaan memerlukan kepastian
memerlukan kesaksian, memerlukan ikatan.

Ku kira diantara kita ada jarak,
Kau tahu sebarapa jauh jarak diantara kita?
Hanya sebaris kalimat dan sebaris jawab.

Rumah Kelingan, 23 Mei 2013 | (c)kurniawangunadi

Waktu, jarak, dan prinsip. Sepertinya mereka semakin memisahkan kita. Entah, aku yang meninggalkan kalian, atau kalian yang justru meninggalkan aku. Atau aku yang terlalu sibuk dengan diriku sendiri, hingga tidak bisa menjaga kalian dengan baik.

Saya dan KAP BSR (part 1)

Bismillah..

Sudah lama juga ya nggak ngepost tulisan di tumblr. Berhubung saya nggak hobi baca dan nulis, jadi ya kalo ngepost pasti cuma sekitar pengalaman pribadi. Maklum ya.

Latar Belakang

Saya hanya takut kenangan yang begitu warna-warni ini hilang begitu aja karena ingatan manusia  (saya) yang mudah melupakan sesuatu karena kehidupan di masa depan pasti juga akan lebih berwarna.

Atau mungkin saya hanya kurang kerjaan karena resmi jadi pengangguran (resign) tertanggal 14 April 2013, hampir sebulan yang lalu :)

Perkenalan dengan KAP BSR

Saya dan KAP BSR berkenalan kira-kira bulan Oktober 2013, beberapa teman menanyakan alamat Kantor Akuntan ini kepada saya, dikarenakan alamatnya di Cibubur, tidak jauh dari tempat tinggal saya.

Awalnya memang tertarik ikut melamar magang disana, tapi malas sekali rasanya buat surat lamaran + CV. Sampai akhirnya salah satu teman sekelas saya, Anas, resmi magang disana dan saya dihubungi langsung sama Supervisor KAP, Pak Agus, melalui teman saya itu bahwa KAP itu butuh auditor tambahan untuk dinas ke luar kota. Saat itu saya mengajak teman baik saya agar melamar juga, Rafika, kebetulan rumahnya juga di Cibubur. Beberapa kali ditelepon Pak Agus, wawancara sama Pak Supriyatna dan Pak Agus, dan akhirnya saya dan Rafika setuju. Kami akan membantu tim Surabaya kurang lebih selama 3 bulan, general audit BUMN, PTPN X.

Hari Pertama ke KAP BSR

Kami ke kantor pertama kali resmi menjadi anak magang tanggal 8 November 2013 (hari jumat), ke kantor pun hanya diberi tiket pesawat, dan laptop yang akan digunakan selama DL nanti.

Penerbangan Ke Surabaya

Tiket pesawat Lion Air CJK - SUB untuk hari  Sabtu 9 November 2013, pukul 06.40 (kalo gak salah). Rasanya deg degan, baru pertama kali bakal bener-bener jauh dari keluarga, dan bakal gak ketemu mereka sampe tahun depan. Terlebih awalnya orang tua juga kurang setuju kalo saya harus kerja jauh-jauh. Bismillah, selalu berdoa semoga pilihan inilah yang terbaik.

Jumat malam saya menginap di rumah Rafika, di Kota Wisata. Kami naik travel dari perumahan Kota Wisata pukul 04.00. Kami berdua naik motor membawa koper, lalu Rafika kembali ke rumah untuk naro motor, yang nanti akan diantar satpam ke tempat travel.

Kejadian yang bener-bener mendebarkan adalah saat alarm di mobil berbunyi, tepat 04.00. Mobilnya sudah bergerak mau berangkat, namun disaat itu Rafika masih dalam perjalanan. Dalam pikiran saya “Bagaimana ini„travel itu pasti ontime, mana mungkin karena satu/dua orang terlambat mengorbankan banyak orang, mereka pasti juga sudah ada jadwal masing-masing, duh rafika dimana„ saya harus bilang apa..?” dan entah kenapa mulut saya saat itu sulit berkata apa-apa.

1 menit, mobil bergerak, satu meter, dua meter. Panik bukan main. Syukur Alhamdulillah saya melihat Rafika datang, “Pak, tunggu teman saya Pak, itu dia Pak”. Beberapa penumpang saling lihat, loh kok ada yg belum masuk. “Sudah bayar? Barang-barangnya sudah?” Kata Pak Supir. “Iya Pak Sudah Semua”. Mobil berhenti, dan untungnya temen saya mengenali mobilnya dan langsung masuk ke dalam. Allahuakbar, entah apa yang bakal terjadi kalo misal telat semenit saja.

Tiba di Bandara Soekarno Hatta kira-kira pukul 05.00, ini kali pertama saya kesini :). Setelah mencari mushola, kami menunggu kabar dari Managing Partner, Pak Bambang, yang akan berangkat ke Surabaya bersama kami. Singkatnya, sampailah kami di Bandara Juanda, kira-kira pukul 8 lewat. Kami dijemput Pak Agus di Bandara.

Hari Pertama DL. Surabaya, PG Watoetolis (Sidoarjo), PG Gempolkrep (Mojokerto) - 9 s.d 10 Nov 2013

Kali pertama menginjak tanah Jawa Timur. Dari Bandara Juanda, kami ke salah satu unit Pabrik Gula (PG) PTPN X, PG Wotoetoelos di Sidoarjo. Disana berkenalan dengan tim audit, Pak Ashari, Mas Reza, Astri (Mba Aci), Iyvo (Mba Ivo). Disana tim audit ditanya perkembangan pemeriksaan sudah sejauh apa. Disaat itu lah saya baru sadar bahwa pekerjaan ini bukan pekerjaan main-main. Ini butuh kemampuan dan tanggung jawab besar. Tau apa saya tentang audit BUMN? Saya hanya tau teori saja. Itu pun sudah lupa mungkin. Hari pertama kerja, langsung DL, mengaudit BUMN tiga bulan pula, luar biasa bukan?

Awalnya saya pikir kami akan bergabung dengan tim ini, namun ternyata bukan. Kami melanjutkan perjalanan ke salah satu unit PG di Mojokerto, PG Gempolkrep. Dikarenakan unit yang cukup banyak, pemeriksaan dibagi menjadi dua Tim. Disana berkenalan dengan tim audit, Pak Meddy, Mas Taufik, Mas Bowo, dan Mas Fajar.

Hari Sabtu, Langsung dikasih tugas untuk memeriksa harga pokok  gula. Sabtu malam menginap di mess PG Gempolkrep, lembur sampai jam 12 malam untuk persiapan closing Minggu Pagi. Ditengah kesibukan dengan bahan closing, saya sempat menelepon sahabat saya, Novia baru saja mengadakan akad nikah tanpa mengabari sebelumnya, sedih rasanya mengetahui  bahwa resepsi yang sebulan kemudian pun tak mungkin saya hadiri karena pekerjaan ini.

Kesokan harinya, saat tim auditor closing dengan petinggi unit, saya dan rafika meminta data ke klien yang berhubungan dengan data harga pokok, ke pabrik, ke TU Hasil, dan ke QC. Beberapa statement saya utarakan, hingga salah satu pegawai QC bilang “ini ya dari KAP masih muda-muda tapi pinter pinter banget” (dalam bahasa jawa tentunya). Alhamdulillah, karena masih idealis, dan masih sangat berdasar teori di buku, semua data saya pinta beserta alasannya saat pihak klien beralasan sulit mendapatkan datanya.

Closing selesai, data sudah didapat (sebagian menyusul via email).
Hari pertama DL aja udah panjang gini, gimana tiga bulan yak =D Entahlah, sebenarnya yang ada dipikiran saya saat ini tentunya sangat jauh lebih banyak daripada yang saya tulis.

…to be continued..

We make Tumblr themes