Now Playing Tracks

Jika merasa diri tidak kemana-mana, di situ-situ saja, tak ada peningkatan berarti dari hari ke hari, coba deh periksa Subuhnya. Periksa juga Tahajjud, Dhuha dan sedekahnya. Mungkin banyak yang dilewatkan. Juga, periksa hati, siapa tahu jarang mengucap syukur.


Selamat malam.

Fitriyani Sy (via fitya275)

PAJAK DALAM SYARIAT ISLAM?

ﺇِﻥَّ ﺻَﺎﺣِﺐَ ﺍﻟْﻤَﻜﺲِ ﻓِﻲْ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ
“Sesungguhnya pelaku/pemungut pajak (diadzab) di neraka” [HR Ahmad 4/109, Abu Dawud kitab Al-Imarah : 7]

Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa dalam hadits ini terdapat beberapa ibrah/hikmah yang agung diantaranya ialah :
“Bahwasanya pajak termasuk sejahat-jahat kemaksiatan dan termasuk dosa yang membinasakan (pelakunya), hal ini lantaran dia akan dituntut oleh manusia dengan tuntutan yang banyak sekali di akhirat nanti” [Lihat : Syarah Shahih Muslim 11/202 oleh Imam Nawawi]

”Dan mereka (para ulama) telah sepakat bahwa para pengawas (penjaga) yang ditugaskan untuk mengambil uang denda (yang wajib dibayar) di atas jalan-jalan, pada pintu-pintu (gerbang) kota, dan apa-apa yang (biasa) dipungut dari pasar-pasar dalam bentuk pajak atas barang-barang yang dibawa oleh orang- orang yang sedang melewatinya maupun (barang-barang yang dibawa) oleh para pedagang (semua itu) termasuk perbuatan zhalim yang teramat besar, (hukumnya) haram dan fasik.”

============================================================

Kalau hukum pajak dalam Islam haram. BAGAIMANA HUKUM BEKERJA DI KANTOR PAJAK?

============================================================

Percakapan dengan seorang sahabat (dibawah ini hanya ditampilkan chat dari satu pihak saja, BUKAN DUA PIHAK TANYA JAWAB):

[10:03pm, 8/15/2014]
: Kata masku gpp. Krn ada hadis yg menyebutkan: sesungguhnya pelaku atau pemungut pajak diadzab di neraka (hr. Abu daud)

Berarti org pajak masuk neraka dong?

Tunggu dlu. Pajak yg dimaksud hadis tsb adalah pajak atas nyawa ssama muslim, bukan pajak atas penghasilan , pajak kafir dhimi (kalo dulu)dll.
Kalo gk byr pajak dibunuh. Shg dasar pengenaan pajak adalah jumlah nyawa dlm 1 klg, bukan penghasilan.

[10:03pm, 8/15/2014]
: Wallohu alam

[10:05pm, 8/15/2014]
: Sejak dlu sudah ada pemungutan pajak. 2 jenis. Zakat bagi muslim, pajak dhimi bagi non muslim

[10:07pm, 8/15/2014]
: Iya. Klo skrg dsini diterapin gbs krn kita bukan negara islan.

Klo pajak dihapus gbs jg krn bgmnpun hrs balik k sluruh rakyat

Klo zakat kan penerimanya sudah ditentukan dan harus muslim

[10:19pm, 8/15/2014]
: Analoginya kyk pak rt ambil uang buat benerin jalan desa. Itu fungsinya redistribusi jg kan sm kyk djp. Apa krn gt tindakan pak rt jadi harom?

[10:19pm, 8/15/2014]
: InsyaAlloh halal. Diniati untuk.ibadah aja er.. Buat sodaqoh infaq dll 

[10:33pm, 8/15/2014]
: Gmn pun kalo jd PNS g bs berharap dpt gaji 100% halal.,

Gaji pns pusat-daerah di gaji dari APBN-APBD yg gak 100% halal er..

Minuman beralkohol juga kena PPN, bayar cukai juga, tempat hiburan malam juga kena pajak kan..

Makanya kita hrs banyak2 infak-sodakoh untuk membersihkan gaji kita nanti yg bs jd 1,2,3 % nya bersumber dari hal2 diatas,

============================================================

Kesimpulannya

♥ Ada perbedaan pendapat Ulama mengenai hukum pajak dalam syariat Islam. (Lebih lengkap nya, silakan cari di inernet).

♡ Apapun pekerjaannya diniatkan Ibadah, In syaa Allah barokah.

♥ Gaji yang tidak 100% halal, sehingga kita harus banyak-banyak shodaqoh.

♡ Lebih baik lagi bila mengamalkan salah satu hadits : Tinggalkan lah yang meragu-ragukan.

Simpan keluhan seperti kamu menyimpan aibmu. Jangan biarkan orang lain tahu bagaimana susahnya kamu berjuang, sebab manusia menilai hanya sebatas luar, kamu kan disebut tukang mengeluh. Dekap susahmu, luahkan dalam sujud panjangmu. Nanti, akan ada saatnya, kamu tunjukkan pada dunia bahwa kau pun pantas diberi tepuk tangan.
(via fitya275)

kuntawiaji:

"Andai kemiskinan itu berwujud manusia, niscaya aku yang pertama kali akan membunuhnya." (Ali bin Abi Thalib)

Sore kemarin, IGD RSUD Dompu kedatangan sebuah ambulans puskesmas. Pengendaranya adalah seorang polisi. Setelah polisi tersebut turun diikuti oleh orang-orang lain di belakangnya, tampak pasien yang dibawanya adalah seorang bayi. 

"Ini pasien ga ada keluarganya. Kami sudah koordinasi dengan pak direktur (RSUD) untuk dirawat di sini dengan alasan kemanusiaan," ujar Bapak D, polisi tersebut.

"Nama bayinya A, Pak? Kok bisa ga ada keluarganya?" tanya saya sambil melihat data diri pasien di surat rujukan puskesmas.

"Itu bayi selama ini ya ga ada namanya. Nama A itu kami yang bikin aja," jawab Bapak D.

Bapak D kemudian bercerita bahwa bayi A dibawa ke kantor brimob oleh sekelompok warga desa K karena tidak ada yang merawatnya. Diketahui ayah bayi A kabur, sedangkan ibunya bekerja sebagai TKW di Arab Saudi. Menurut laporan warga, nenek bayi A tinggal di desa R. Setelah mengetahui hal tersebut, polisi bersama warga mendatangi rumah nenek bayi A untuk meminta si nenek merawat si bayi. Namun, si nenek ternyata menolak untuk merawat bayi A karena dikatakan cacat oleh si nenek. Memang, berdasarkan hasil pemeriksaan, bayi A menderita gizi buruk, hidrosefalus, hernia umbilikalis, dan defisiensi vitamin A berat.

"Neneknya sampai pengen masukin bayi ini ke karung, Dok," ujar salah seorang warga desa R yang merupakan tetangga nenek bayi A.

"Ya, makanya kami mengantar ke sini karena alasan kemanusiaan. Si nenek sampai bilang kalau perlu bayi ini dibunuh aja atau dibuang ke hutan," tambah Bapak D.

Berdasarkan pembicaraan saya dengan para pengantar pasien diketahui ternyata ibu bayi A pergi menjadi TKW sesaat setelah ia melahirkan. Selama 18 bulan ini, bayi A diasuh oleh ayahnya. Kemudian, perang warga antara desa K dan desa Rd yang sempat terjadi beberapa waktu lalu memaksa ayah bayi A untuk melarikan diri ke tempat yang lebih aman untuk menghindari kejaran musuh. Jadilah beberapa hari terakhir bayi A terlantar. Kondisi fisik bayi A yang tidak dirawat dengan baik sejak ia lahir membuat si nenek menganggap si bayi adalah sumber kesialan dan layak untuk dibunuh.

Kemiskinan menjadi sumber semuanya. Kemiskinan membuat ibu bayi A terpaksa mencari penghidupan yang lebih layak di negara lain. Kemiskinan membuat bayi A tidak bisa mendapatkan layanan kesehatan yang semestinya. Kemiskinan melahirkan kebodohan yang membuat nenek bayi A menganggap si bayi adalah malapetaka. Kemiskinan dan kebodohan saling terkait menjadi salah satu penyebab terjadinya perang warga antara desa K dan desa Rd.

Kemiskinan menjadi hal yang absurd untuk dibicarakan di negara ini, setidaknya bagi saya pribadi. Tulisan tentang kemiskinan ini ditulis oleh saya yang makan enak setiap saat, tidur nyenyak setiap hari, dan sering jalan-jalan menghabiskan uang. Mungkin kita tidak akan pernah benar-benar memahami kemiskinan karena kita melihatnya dari luar, dari jauh. Kita tidak mampu memahami sikap, perilaku, dan pemikiran orang-orang para pelaku kemiskinan karena kita tidak pernah benar-benar merasakan apa yang mereka alami. Bayi A hanyalah satu korban dari kemiskinan yang nantinya akan terlupakan seperti halnya kasus kemiskinan-kemiskinan lain yang tidak terungkap di negara ini.

Foto: Bayi A

Daie siber : Siapa tuhan mereka?

  • Kawan :

    Sher,buat la instagram. Orang lain semua ada. Kau je tak de.

  • Tuh. Twitter tuh, kenapa deactivated? Kalau kau buat,mesti ramai follower.

  • Aku :

    *tadah tangan*

  • A3uzubillahi mina syaitooooooooonirrajiiiiiiiim.

  • *ludah kiri kanan*

  • ..

  • Kau solehah,kau nak tunjuk siapa?

  • Kau nak dakwah,kau nak diangkat siapa?

  • Kau nak femes? Go die lah dengan niat kau. Memang betul,media sosial ni adalah landasan dakwah. Nak ajak orang buat baik. Tapi sedar tak? Benda macam ni lah yang bikin masalah hati tak setel setel. Tengok orang lain,post dia macam banyak je like macam ramai je retweet,kau terus rasa sakit hati. Rasa macam pedih je dalam.

  • Kalau kau ikhlas,nak dakwah orang,kau takkan kisah pun lah orang baca ke tidak. Setidaknya,apa yang kau tulis kau dah dapat pahala.

  • Kau kena ingat,hidup kita bukan semata untuk menghadap segala bagai media sosial dan berdakwah siber duapuluhempat jam. Tuh,kalau kau nak medan dakwah sebenar,keluar tengok masyarakat. Keluar tengok realiti ummah. Cari medan sebenar.

  • Bina usrah kecil dengan kawan kawan.

  • Ni tak,dalam siber kencang je prong prang tegur orang.

  • Kawan dekat luar tak pakai tudung,kecut perut nak tegur.

  • Takut hilang sahabat,kononnya. Sedang tak tahu,dekat akhirat nanti golongan mana yang disebut Nabi akan berbalah sesama sendiri.

  • Dalam insta,tengok kawan upload gambar tak tutup aurat.

  • Upload gambar dengan pakwe makwe.

  • Yang hang pi follow pasaipa? Dah jadi tanggungjawabla untuk tegur depa.

  • Pi la komen ayat quran sikit. Tak pun,pm private tegur.

  • Tapi,aku tak rasa ramai yang buat. Kannn?

  • Lepastu,kutuk dalam diam.

  • Hahahahhahahaktuih.

  • Come on guys,kita jangan nak hidup dalam dunia kita semata.

  • Jangan duk pikir masalah ummah dalam media sosial semata,

  • Tapi turun padang jenguk mereka.

  • Aku tegur,sebab aku pernah rasa hidup dalam jahiliyyah dan macam mana aku pernah rasa hilang percaya pada keyboard warrior yang ajet ajet daie ni.

  • Ni tak masuk lagi yang spesis niqabis purdahbis burqabis tudunglabuhbis yang jadik kudis dalam diam untuk muslimah yang memang menjaga dekat luar sana.

  • Senang cerita,semua ni aku tuju aku.

  • Nak tegur diri aku dulu.

  • Sebab aku,pernah jadik macam ni.

  • Dan aku,sedang pujuk hati "jangan duk gila terhegeh sangat barang dunia yang kabur mata ni."

  • ..

  • "Maka benarlah ciptaan yahudi telah berjaya menelanjangkan iman umat islam" - inche master.

Terpancar kebahagiaan dari wajah orang tua saya saat mengetahui adik saya diterima di FKG UI melalui jalur undangan snmptn.

"Pa, kuliah kedokteran (kedokteran gigi pun) mahal loh pa, buku-bukunya, apalagi biaya prakteknya nanti, lama pula lulusnya" - kata saya

"Gapapa mba, papa kerjanya nya rajin kok, buat anak-anak papa"  - jawab papa, yang beberapa tahun lagi pensiun

Tidak dibesarkan dalam kondisi keluarga yang kaya raya serba berkecukupan, mungkin justru menjadikan anak-anak lebih menghargai perjuangan orangtua nya.. selalu berusaha memberikan yang terbaik.. untuk membuat mereka bangga..
demi melihat senyum di wajah lelah mereka :)

Jauh

Aku ingin mencintaimu seperti kala kita belum bersatu,
dimana setiap malamku aku duduk mengadu
Tentang perasaan yang tak kunjung bertemu,
tentang kepastian yang saling tunggu.

Perasaan yang sama tidak serta merta membuat dua orang bersatu,
karena setiap perasaan memerlukan kepastian
memerlukan kesaksian, memerlukan ikatan.

Ku kira diantara kita ada jarak,
Kau tahu sebarapa jauh jarak diantara kita?
Hanya sebaris kalimat dan sebaris jawab.

Rumah Kelingan, 23 Mei 2013 | (c)kurniawangunadi

Waktu, jarak, dan prinsip. Sepertinya mereka semakin memisahkan kita. Entah, aku yang meninggalkan kalian, atau kalian yang justru meninggalkan aku. Atau aku yang terlalu sibuk dengan diriku sendiri, hingga tidak bisa menjaga kalian dengan baik.

We make Tumblr themes